Blog Entry[Catatan] Malu Bertanya Sesat di JalanJun 13, '07 4:03 AM
for everyone

Malu Bertanya Sesat di Jalan

Beberapa bulan terakhir ini, banyak teman saya yang menikah. Dan, mereka pun mengundang saya. Lokasi resepsinya beragam, mulai di rumah sampai di gedung mewah. Sebagai seorang muslim, saya wajib memenuhi undangan tersebut. Dengan berbekal alamat dan peta lokasi yang tertera di surat undangan, saya berangkat menuju lokasi resepsi dengan keyakinan bakal menemukan lokasi resepsi dengan mudah dan tidak nyasar.

Tapi, setelah sampai di wilayah yang dimaksud, saya dibuat bingung dengan peta lokasi yang tertera di surat undangan. Di peta begini, tapi kenyataannya begitu. Setelah tanya sana-sini dengan bermodalkan alamat yang tertera di surat undangan, akhirnya saya dapat menemukan lokasi yang dimaksud, walaupun sebelumnya nyasar terlebih dahulu dengan keluar masuk jalan atau gang. Bahkan sempat salah masuk ke pekarangan rumah orang lain.

Pernah suatu ketika, lokasi yang dimaksud melewati pasar besar. Tapi di peta, tidak terdapat petunjuk adanya pasar. Walhasil, saya dan teman-teman dibuat bingung. Bahkan ada peta yang tidak mencantumkan nama jalan, tapi hanya mencatumkan nama gedung dan perempatan. Hasilnya, kami harus muter-muter karena salah jalan. Alhamdulillaah, dengan bertanya, kami bisa menemukan lokasi yang dimaksud.

Lain lagi dengan pengalaman beberapa tahun yang lalu. Saya dan teman-teman salah masuk lokasi resepsi. Ketika tiba di wilayah yang dimaksud, kami langsung masuk lokasi. Tapi pas berhadapan dengan pengantin, kami kaget bukan kepalang, ternyata pengantinnya bukan teman kami. Setelah bisik-bisik dengan teman, kami tidak keluar lokasi resepsi, tapi langsung bersalaman dan mengambil prasmanan seperti layaknya dalam resepsi pernikahan.

Sambil prasmanan, kami ketawa-ketiwi sambil menahan rasa malu, memperkirakan bagaimana reaksi pengantin melihat kedatangan kami, dan menyayangkan teman kami yang memberikan alamat tidak jelas. Selesai prasmanan, kami berpamitan kepada pengantin. Setelah itu, berbekal informasi seadanya, kami menuju lokasi resepsi teman kami dan dapat menemukannya kira-kira 500 meter dari lokasi tadi.

Pengalaman di atas, begitu sarat makna. Di antaranya bagaimana sebaiknya jika seseorang memberikan ‘tugas’ kepada orang lain dan bagaimana sikap seseorang jika mendapat sebuah ‘tugas’. Yang memberikan ‘tugas’, hendaklah memberikan petunjuk dengan jelas dan benar agar mudah dipahami si penerima ‘tugas’. Dan yang mendapat ‘tugas’, jika dirasa mengalami kesulitan, jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada siapapun yang lebih mengetahui.

Jika dianalogikan sebagai seorang muslim, dalam mempelajari Al-Islam, mungkin kita kurang paham atau mengerti dengan petunjuk yang ada. Oleh karena itu, kita harus banyak mempelajarinya dengan bertanya kepada orang yang dianggap menguasai ilmunya agar tidak tersesat dan selalu berada di jalan kebenaran yang diridhaiNya. Semoga saja, dengan banyak bertanya dan belajar, kita dapat memahami Al-Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan ini dengan baik dan benar.


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
karitasurya wrote on Jun 13, '07
xixixixi....ini catatan wa bil khusus dari Intisari perjalanan ke Boyolali kemarin ya Mujahid??? :D:D:D
Congrats...akhirnya berhasil juga nemuin rumahnya yang hajatan :P
alamaya wrote on Jun 13, '07
xixixixi....ini catatan wa bil khusus dari Intisari perjalanan ke Boyolali kemarin ya Mujahid??? :D:D:D
Congrats...akhirnya berhasil juga nemuin rumahnya yang hajatan :P
Salah satunya sih. Hehe..
Sebenarnya, tulisan ini sebagai refleksi dalam bulan ini, 2 kali nyasar pas ke kondangan. :D
karitasurya wrote on Jun 13, '07
alamaya said
Salah satunya sih. Hehe..
Sebenarnya, tulisan ini sebagai refleksi dalam bulan ini, 2 kali nyasar pas ke kondangan. :D
huehuehue itu sih ga anehh..yang aneh itu kalau yg ngundang sendiri yg kesasar :D
razzahra wrote on Jun 13, '07
euleuh2...pk kesasar sgala atuh :D
alamaya wrote on Jun 13, '07
euleuh2...pk kesasar sgala atuh :D
Yang bikin peta gak bener sih. :p
alamaya wrote on Jun 13, '07
Bwekz...
Emang ada yang ngundang kesasar? * Tuing *
karitasurya wrote on Jun 13, '07
ada aja...! kalau dia baru pindah di rumah baru...terus ngadain pesta di rumah itu..udah gitu dia belum pernah ke rumah barunya itu...:P
kayak aku kemarin ditinggal pas pindahan rumah...kesasar nyari rumah sendiri :-(
alamaya wrote on Jun 13, '07
Weleh... Punya pengalaman tho.
Tapi gak mungkin sih ngadain pesta kalo si pengundang belom tahu tempatnya. :D
karitasurya wrote on Jun 13, '07
xixxi...itu sih dalam imaji ku aja Mujahid! gitu aja diambil hati :P
alamaya wrote on Jun 13, '07
Gdubrakz...
Ada-ada aja ni Mujahidah. :p
razzahra wrote on Jun 13, '07
emang nenk ratu mah aya aya wae :D...kl mujahid wae wae aya :P
alamaya wrote on Jun 13, '07
Wew... Sami mawon atuh! :p
Eh, kok Rhie jadi kayak Wapres JK ya. :D
razzahra wrote on Jun 13, '07
:D...sk nonton jg yah kekekek :P
alamaya wrote on Jun 13, '07
Acara favorit tuh. :D
muhshodiq wrote on Jul 16, '07
Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/

alamaya wrote on Jul 16, '07
Kira-kira tulisan ini masuk nominasi gak ya? :D
muhshodiq wrote on Jul 16, '07
Postingan ini pantas dinominasikan, tapi nanti dibandingkan dulu dengan kontestan lain.
alamaya wrote on Jul 16, '07
Hmm...
Oke deh, coba ikutan. :)
Add a Comment